Close Menu
bantaldanbuku.combantaldanbuku.com
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • Tentang Kami
      • Tanya jawab
      • Kontak
    • Tentang Buku
    • Baca buku
    • Karya
    • Cipta Rasa
    • Misi
      • Pelatihan
      • Webinar
      • Bagi Buku
      • Lomba
    • Tulisan Kita
      • Fanny Lesmana
      • Desi Yoanita
      • Ripta Paranoan
      • Regina Bella Rosari
      • Chelsea Amanda Alim
    • Galeri
    bantaldanbuku.combantaldanbuku.com
    bantaldanbuku.combantaldanbuku.com
    Home»Baca buku»Catatan “Melintas Zaman” Kota Surabaya
    Baca buku

    Catatan “Melintas Zaman” Kota Surabaya

    Bantaldanbuku DotcomBy Bantaldanbuku Dotcom08/08/2018Updated:23/10/2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Penulis: Tim Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra
    Layout dan desain cover: Hana Pertiwi Trisdani
    Jumlah halaman: 80 halaman
    Penerbit: Petra Press dan Laboratorium Media Ilmu Komunikasi
    Tahun terbit: 2016
    ISBN: 978-602-74163-3-8

    Menyebut nama Surabaya, siapa pun langsung mengingatnya sebagai Kota Pahlawan. Cerita perjuangan dan kejayaan para pejuang di masa lalu membuat kota ini tersohor di seantero nusantara. Begitu pula dengan monumen ikon ikan “sura” dan “baya” (buaya) yang menjadi simbol kebanggan warga Arek dari Jawa Timur. Selama 10 tahun terakhir, Surabaya terus berkembang menjadi kota metropolitan. Meski demikian, bangunan maupun monumen dari masa lalu tak semuanya tergantikan dengan bangunan modern nan rupawan. Perpaduan keindahan bangunan lintas zaman inilah yang kian mempercantik Kota Surabaya dalam perkembangannya.

    Salah satunya membahas tentang kisah monumen ‘titik nol’ Surabaya yang selama ini simpang siur.

    Buku “Surabaya Tak Pernah Sirna” sebuah upaya Tim Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra Surabaya mendokumentasikan beberapa bangunan masa lalu dan masa kini dari beberapa pelosok kota. Salah satunya membahas tentang kisah monumen ‘titik nol’ Surabaya yang selama ini simpang siur. Harus diakui tak banyak orang tahu pasti letak dan wujudnya, bahkan bagi Arek asli kelahiran Surabaya sekalipun. Tak hanya menguraikan hasil observasi, kisah yang disajikan turut dilengkapi dengan hasil wawancara dengan narasumber yang kompeten.

    Para penulis muda buku ini merasa punya tanggung jawab untuk turut berpatisipasi dalam menyimpan catatan perkembangan kota Surabaya – melalui uraian kisah bangunan maupun monumen lintas zaman itu. Penuturan kisah menggunakan gaya menulis feature membuat pembaca serasa ikut berkeliling dan mengunjungi bangunan maupun monumen tersebut. Buku ini semacam memberi khasanah ringan bagi lintas generasi pembacanya.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Bantaldanbuku Dotcom
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram

    Buku-buku tebal biasanya kita sebut sebagai bantal, sehingga kita enggan membacanya. Namun, bersandar pada bantal membuat kita dapat berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah buku.

    Related Posts

    Review Keajaiban Toko Kelontong Namiya

    07/08/2025

    ROMANSA AYAH DAN ANAK DALAM BUKU ILUSTRASI “AYAHKU SEORANG NELAYAN”

    02/09/2024

    Winnie The Pooh-A.A.Milne

    06/08/2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    About Us
    About Us

    Buku-buku tebal biasanya kita sebut sebagai bantal, sehingga kita enggan membacanya. Namun, bersandar pada bantal membuat kita dapat berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah buku.... Read More

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 .bantaldanbuku.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.