Close Menu
bantaldanbuku.combantaldanbuku.com
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • Tentang Kami
      • Tanya jawab
      • Kontak
    • Tentang Buku
    • Baca buku
    • Karya
    • Cipta Rasa
    • Misi
      • Pelatihan
      • Webinar
      • Bagi Buku
      • Lomba
    • Tulisan Kita
      • Fanny Lesmana
      • Desi Yoanita
      • Ripta Paranoan
      • Regina Bella Rosari
      • Chelsea Amanda Alim
    • Galeri
    bantaldanbuku.combantaldanbuku.com
    bantaldanbuku.combantaldanbuku.com
    Home»Karya»Nawa Sanggha: Warna Di Ujung Langit Bali
    Karya

    Nawa Sanggha: Warna Di Ujung Langit Bali

    Bantaldanbuku DotcomBy Bantaldanbuku Dotcom11/03/2019Updated:11/03/2019No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Penulis: Asthararianty, dan Fanny Lesmana
    Layout dan desain cover: Asthararianty
    Jumlah halaman: 82 halaman
    Penerbit: Petra Press
    Tahun terbit: 2014

    Nawa Sanggha, salah satu konsep warna yang menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat Bali. Warna merupakan salah satu media dan simbol yang sering dipergunakan masyarakat Hindhu Bali. Khususnya Nawa Sanggha sering kita jumpai dalam ritual keagamaan, seni, arsitektur, bahkan dalam pengobatan. Namun demikian, referensi literatur yang berkaitan dengan Nawa Sanggha masih minim. Banyak yang tahu pemakaian warna secara turun-temurun, namun tak banyak yang memiliki pengetahuan tentang warna. Inilah yang membuat penulis tertarik untuk mengulasnya melalui karya penggalian arti, makna, dan fungsi Nawa Sanggha secara menyeluruh.

    Buku “Nawa Sanggha: Warna Di Ujung Langit Bali” terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, penulis mengulas seputar pengertian Nawa Sanggha. Pembaca dapat menemukan pengertian filosofi Nawa Sanggha, fokus warna, hingga hal-hal yang terkait dengannya. Bagian selanjutnya, penulis mengajak pembaca lebih dalam lagi masuk ke uraian warna-warna yang ada dalam Nawa Sanggha. Masing-masing uraian ini benar-benar dibuat detail, lengkap dengan bantuan grafis untuk mempermudah pembaca memahaminya. Sedangkan pada bagian terakhir, penulis bercerita tentang pemakaian warna-warna Nawa Sanggha dalam keseharian masyarakat Bali. Pembaca turut dimanjakan dengan ragam potret pemakaian warna-warna tersebut dalam bagian terakhir ini.

    Melalui buku ini, penulis ingin berbagi dan pengetahuan dasar dengan bagi generasi muda khususnya generasi muda Bali tentang warna-warna sakral masyarakat Bali. Generasi muda seperti kita sebagai pewaris kebudayaan bagi generasi selanjutnya perlu mengenal dan memahami kearifan lokal Indonesia. Bukankah kebudayaan nasional berakar dari kearifan lokal yang ada di dalamnya?

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Bantaldanbuku Dotcom
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram

    Buku-buku tebal biasanya kita sebut sebagai bantal, sehingga kita enggan membacanya. Namun, bersandar pada bantal membuat kita dapat berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah buku.

    Related Posts

    Craft and Cook Komunitas Benik

    29/10/2023

    Dari Elyon untuk Indonesia

    28/08/2023

    Nusantara Dalam Rasa: Jurnalistik Menggugah Selera

    27/06/2023
    Leave A Reply Cancel Reply

    About Us
    About Us

    Buku-buku tebal biasanya kita sebut sebagai bantal, sehingga kita enggan membacanya. Namun, bersandar pada bantal membuat kita dapat berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah buku.... Read More

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 .bantaldanbuku.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.