Harta sebuah bangsa tak hanya dalam bentuk bangunan, kekayaan alam, ataupun ukiran-ukiran patung klasik nan megah. Lewat masakan, Kawan bisa merasakan warisan kreativitas nenek moyang. Makanan tidak sekadar memenuhi isi lambung. Lebih dari itu, rempah-rempah yang dipetik dari petani-petani Nusantara, dipadukan dengan ikatan batin antara hati dengan tangan dalam teknik mengaduk, menumis, hingga memotong, diolah dengan rasa ikhlas hingga sampai di meja makan, siap disantap.
Memori inilah yang mau diukir dalam sebuah buku berjudul Nusantara Dalam Rasa: Jurnalistik Menggugah Selera, oleh belasan mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi Petra Christian University. Mereka yang dipertemukan di Kelas Penulisan Jurnalistik Lanjutan, lewat media daring, bertatap layar karena pandemi Covid-19. Mereka praktik langsung bagaimana mengolaborasikan teknik reportase, observasi, wawancara, hingga riset dokumentasi, dalam sebuah tulisan jurnalistik tentang masakan di daerah mereka masing-masing.

Dalam buku setebal 122 halaman ini, tiap babnya mengulas beragam kekayaan kuliner Nusantara. Makanan-makanan yang tercatat berasal dari Surabaya, Blora, Makassar, Bali, hingga Kalimantan. Di buku terbitan 2021 ini, Kawan bisa mengambil refleksi dan informasi akurat untuk memahami bagaimana sejarah, budaya, dan keberagaman kuliner Nusantara. Dari makanan populer, hingga nama makanan yang cenderung ’baru’ Kawan ketahui, bisa disimak lewat karya yang diterbitkan oleh CV. Penerbit Qiara Media ini.
Contohnya saja seperti Payot, makanan dari Luwuk, Sulawesi Tengah. Makanan ini terbuat dari ubi, yang sangat banyak ditemui di daerah tersebut. Pengolahannya sederhana, ubi diparut dan dicampur dengan santan, garam, hingga gula pasir dan gula merah, dibungkus daun pisang, kemudian dikukus selama 30 menit.

Secara keseluruhan, buku yang disunting oleh Fanny Lesmana dan Veronica Maureen ini bisa menjadi catatan sejarah kala pandemi, bagaimana mahasiswa tetap bisa berkarya walau terbatas dengan jarak. Keragaman daerah masing-masing makanan di tiap-tiap babnya juga memberi pencerahan, Indonesia sangatlah kaya, tak kalah dengan Italia yang punya Pizza, atau Jepang dengan Sushi-nya.
Jika insan di masing-masing daerah mau ikut bangga, mau untuk menceritakan makanan tak hanya dari rasa, tapi juga dari sejarah dan cara memasaknya, kekayaan Nusantara ini bisa bergaung di kancah Internasional.


