Close Menu
bantaldanbuku.combantaldanbuku.com
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • Tentang Kami
      • Tanya jawab
      • Kontak
    • Tentang Buku
    • Baca buku
    • Karya
    • Cipta Rasa
    • Misi
      • Pelatihan
      • Webinar
      • Bagi Buku
      • Lomba
    • Tulisan Kita
      • Fanny Lesmana
      • Desi Yoanita
      • Ripta Paranoan
      • Regina Bella Rosari
      • Chelsea Amanda Alim
    • Galeri
    bantaldanbuku.combantaldanbuku.com
    bantaldanbuku.combantaldanbuku.com
    Home»Regina Bella Rosari»Stop Sambat!
    Regina Bella Rosari

    Stop Sambat!

    Bantaldanbuku DotcomBy Bantaldanbuku Dotcom08/06/2020Updated:13/06/2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sumber foto: Freepik.com

    “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
    (1 Tesalonika 5:18)

    Jutaan informasi hadir setiap hari melalui berbagai media, salah satunya media sosial. Media sosial dimanfaatkan insan media dan masyarakat awam untuk membahas berbagai hal, utamanya saat ini COVID-19. Selain informasi terbaru, keluhan juga membanjiri media. Misalnya, keluhan susahnya mendapatkan masker dan hand saniziter, hingga stress menjalani anjuran physical distancing.

    Tidak ada yang menyangka awal 2020 ini dunia berperang menghadapi COVID-19. Kita diajak stay at home, serta physical distancing. Mungkin, pembatasan ini terasa menyiksa dan mengekang. Bayang-bayang kesibukan dan kesenangan yang dapat dilakukan di luar rumah, seolah menggoda dan menambah rasa tertekan. Kita lupa, ada mereka yang terpaksa berjuang di luar sana, dengan ancaman virus. Mereka juga tidak bisa berlindung di dalam rumah yang aman bersama orang-orang tercinta.

    Saudara yang terkasih, rasanya, setiap hari selalu ada ajakan untuk bersyukur, bukan? Hari ini, kita diingatkan kembali untuk mengucap syukur, bahkan dalam keadaan yang berat sekalipun. Saat Rasul Paulus menuliskan surat ini, jemaat di Tesalonika pun sedang mengalami kondisi sosial yang tidak baik. Memang, mengucap syukur bukanlah hal yang mudah, terutama saat kondisi tidak baik. Namun, mengucap syukur menunjukkan sikap hati kita yang menaruh harapan untuk masa depan. Ya, masa depan yang lebih indah, yang akan diselenggarakan Allah sendiri.

    Sering kali, kita merasa tidak puas dengan keadaan yang ada. “Apa yang mesti disyukuri? Keadaannya juga begini-begini aja, nggak sesuai sama yang aku mau.” Mungkin, ungkapan seperti ini pernah terlintas dalam benak kita.  Tanpa kita sadari, inilah yang menghambat rasa syukur kita. Lebih lanjut, hal tersebut akan mengurung kita dalam kotak “penderitaan” yang sebenarnya kita ciptakan sendiri. Akhirnya, kita susah melihat sisi indah yang telah disiapkan Allah.

    Mari, belajar mengucap syukur untuk hari yang kita jalani di dalam rumah kita. Nikmatilah, maka kita akan menemukan berkat-Nya yang lain.

    Covid 19 mengucap syukur physical distancing renungan renungan kristen stay at home
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Bantaldanbuku Dotcom
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram

    Buku-buku tebal biasanya kita sebut sebagai bantal, sehingga kita enggan membacanya. Namun, bersandar pada bantal membuat kita dapat berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah buku.

    Related Posts

    Menjadi Kristen Wajar

    05/09/2020

    Menjaga Nalar, Mencari Jalan Keluar Dari Pandemi Covid 19: Urun Rembug Universitas Airlangga

    20/07/2020

    Bedah Buku PEOPLE FIRST

    13/06/2020
    Leave A Reply Cancel Reply

    About Us
    About Us

    Buku-buku tebal biasanya kita sebut sebagai bantal, sehingga kita enggan membacanya. Namun, bersandar pada bantal membuat kita dapat berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah buku.... Read More

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 .bantaldanbuku.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.